SMARTCITY - Beranda

15 Okt 2020

3,575,982

Jumlah Penduduk
15 Okt 2020

1,208,074

Jumlah Data Keluarga
15 Okt 2020

2,494,971

Jumlah Wajib KTP-el
15 Okt 2020

1,163,862

Jumlah Anak Usia 0-18 Tahun
15 Okt 2020

1,042,550

Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran Usia 0-18 Tahun

Statistik Pengunjung Puskesmas

29 Okt 2020

0

Jumlah Pengunjung PerHari
29 Okt 2020

0

Jumlah Pengunjung Per Bulan
29 Okt 2020

0

Jumlah Pengunjung Per Tahun

Pengumuman Terkini

2020-10-27 09:55:16 Jelang Libur Panjang, Bupati Imbau Masyarakat Tetap di Rumah
    Jelang libur cuti bersama dan libur nasional Maulid Nabi mulai 28 sampai dengan 30 Oktober 2020, Bupati Bandung Dadang M Naser mengimbau masyarakat untuk menghabiskan libur panjang di rumah. “Seperti kita ketahui, di minggu terakhir Oktober ini ada tiga hari libur yang dilanjut akhir pekan. Oleh karena itu, kami sangat mengimbau agar masyarakat tetap di rumah saja dan melewatkan libur panjang dengan meningkatkan quality time bersama keluarga,” tegas bupati, belum lama ini. Namu...........

Media Promosi

News Update

Beach
Jelang libur cuti bersama dan libur nasional Maulid Nabi mulai 28 sampai dengan 30 Oktober 2020, Bupati Bandung Dadang M Naser mengimbau masyarakat untuk menghabiskan libur panjang di rumah. “Seperti kita ketahui, di minggu terakhir Oktober ini ada tiga hari libur yang dilanjut akhir pekan. Oleh karena itu, kami sangat mengimbau agar masyarakat tetap di rumah saja dan melewatkan libur panjang dengan meningkatkan quality time bersama keluarga,” tegas bupati, belum lama ini. Namun, bagi masyarakat yang tetap ingin berlibur, Dadang Naser menganjurkan untuk berwisata di alam terbuka. “Kalau pun sudah merasa jenuh di rumah, masyarakat dianjurkan untuk beraktivitas di luar ruangan. Tentunya dengan menerapkan protkes (protokol kesehatan) seperti, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami mengungkapkan, untuk menghindari lonjakan kasus positif, pihaknya akan tetap memberikan pelayanan kesehatan selama libur panjang. “Kabupaten Bandung memiliki total 62 puskesmas. Lima diantaranya memiliki tempat perawatan dan akan buka selama 24 jam. Sementara 57 puskesmas tanpa ruang perawatan, tetap melayani masyarakat yang akan berobat dengan sistem piket. Dimana setiap puskesmas minimal ada lima tenaga kesehatan yang siap melayani setiap harinya. Tak hanya puskesmas, tiga RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) juga siap melayani masyarakat pada libur panjang ini,” jelas Grace. Ia juga menuturkan, guna mencegah terjadinya klaster baru di sektor pariwisata, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan pemeriksaan kepada wisatawan. “Ini merupakan saran dari Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat, dimana Ciwidey akan menjadi destinasi wisata favorit di masa libur panjang. Bersama Disparbud, Satpol PP dan seluruh pihak yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung, berencana akan melaksanakan rapid test dan swab bagi wisatawan yang akan mengunjungi destinasi wisata di sekitar Bandung Selatan. Untuk lokasinya, insya Allah akan dilaksanakan di sekitar Gedong Budaya Sabilulungan,” terangnya. Lebih dalam Grace menjelaskan, hingga saat ini klaster keluarga merupakan klaster terbanyak dalam penyebaran covid-19 di Kabupaten Bandung. “Dari kasus yang terkonfirmasi positif, sebanyak 63 persen merupakan orang tanpa gejala. Inilah yang memiliki potensi besar menularkan di lingkungan keluarga,” ucapnya. Pada kesempatan tersebut, dirinya berharap agar masyarakat khususnya usia produktif untuk lebih peduli serta melindungi anggota keluarga dari paparan covid-19. “Saya melihat ada anak di bawah lima tahun dan dewasa di atas 59 tahun terkonfirmasi positif. Mereka yang tidak banyak beraktivitas di luar ini, kemungkinan terpapar dari anggota keluarganya yang memiliki mobilitas tinggi. Saya sangat berharap, mereka dengan usia produktif bisa lebih aware untuk melindungi keluarganya. Misalnya, pulang kerja langsung mandi dan mencuci pakaian sebelum menghampiri anggota keluarganya,” pungkas Grace. Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Jelang libur cuti bersama dan libur nasional Maulid Nabi mulai 28 sampai dengan 30 Oktober 2020, Bup
Selengkapnya
Beach
Dalam kurun dua tahun terakhir, Kabupaten Bandung menempati urutan pertama sebagai kabupaten dengan jumlah desa strata mandiri terbanyak se Jawa Barat (Jabar). Pada tahun 2019, sebanyak 26 desa dinyatakan mandiri. Sementara di tahun 2020, desa mandiri bertambah menjadi 56 desa. Sedangkan 129 desa lainnya dinyatakan sebagai desa maju, dan sisanya sebanyak 85 desa berada pada strata desa berkembang. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung H. Tata Irawan Subandi mengungkapkan, di Kabupaten Bandung sudah tidak ada desa strata sangat tertinggal dan tertinggal. "Setiap tahun kami terus berupaya meningkatkan jumlah desa mandiri. Kami yakin desa-desa yang ada di wilayah Kabupaten Bandung, sebenarnya layak dan mampu menjadi desa mandiri. Tinggal bagaimana pemerintah desa mampu meningkatkan beberapa pemahaman terkait Indikator desa mandiri, sehingga skor penilaian yang didapat bisa lebih baik," beber Kepala DMPD melalui aplikasi WhatsApp, Minggu (25/10/2020). Jumlah 56 desa strata mandiri, ucap Tata Irawan, melampaui target desa mandiri yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021. "Awalnya kami menargetkan 43, jadi pencapaian di 2020 sebanyak 56 desa mandiri, itu sudah melampaui target RPJMD 2016-2021," ucapnya. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2020, pihaknya telah menganggarkan kegiatan studi banding ke Kabupaten Badung Provinsi Bali, bagi 26 desa yang meraih strata desa mandiri tahun 2019. Kabupaten Badung dipilih sebagai lokus, tambah Tata, mengingat desa di sana seluruhnya sudah mandiri. "Mulanya kami rencanakan di awal tahun, namun karena terhadang situasi pandemi covid-19, rencana tersebut tertunda dan baru bisa kami realisasikan sekarang. Tahun ini kami berangkatkan 26 kades (kepala desa) yang membawa desanya meraih strata mandiri di tahun 2019, Insyaa Allah tahun depan, akan kami berikan reward atau apresiasi kepada peraih desa mandiri di tahun 2020," tutur Tata. Studi banding tersebut, selain sebagai bentuk apresiasi, juga untuk memotivasi desa lainnya untuk melakukan inovasi dan mengukir prestasi, sebagai salah satu upaya memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. "Program ini dilakukan untuk mengejar target 100 persen desa mandiri di Kabupaten Bandung. Selama dua hari, para kades yang ikut studi banding, akan melakukan kunjungan dan mendapat pengalaman bagaimana cara menata desa mandiri agar sukses dan bisa mempertahankan status mandirinya seperti di Badung," urainya. Tata menegaskan, kunjungan tersebut bertujuan untuk lebih mendorong desa di Kabupaten Bandung bisa berstatus mandiri. Meski sampai saat ini, Kabupaten Bandung sudah dinyatakan desa mandiri terbanyak di Jawa Barat. "Kabupaten Bandung jumlah desa nya 270, yang berstatus mendiri baru 56. Jadi, tujuan kita melakukan studi banding itu untuk mendorong semua desa di Kabupaten Bandung bisa berstatus mandiri seperti di Kabupaten Badung," tegas Tata. Desa mandiri, ungkapnya, tidak hanya mendapat reward dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung saja. Apresiasi pun akan didapatkan dari pemerintah provinsi maupun pusat. "Provinsi memberikan reward berupa Maskara (Mobil Aspirasi Kampung Juara). Kita sudah mendapatkan 29 unit dan sebagai peraih terbanyakdi Jabar. Dari pemerintah pusat juga akan memberikan reward, yaitu berupa tambahan DD (Dana Desa) yang akan dilihat dari indikator kinerja desa,"  ungkapnya pula. Reward dan apresiasi, menurutnya sangat wajar diberikan kepada desa yang telah ikut berperan serta dalam pembangunan di Kabupaten Bandung. "Tentunya kita semua berharap, desa maju dan berkembang, bisa meningkatkan statusnya. Sehingga ke depannya akan semakin banyak desa mandiri di Kabupaten Bandung. Karena dari status tertinggi itu, banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan, salah satunya tentu saja masyarakat lebih sejahtera," pungkas Tata Irawan. Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dalam kurun dua tahun terakhir, Kabupaten Bandung menempati urutan pertama sebagai kabupaten dengan
Selengkapnya
Beach
Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung segera lakukan rapat koordinasi (rakor) penetapan status darurat bencana. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bandung Hendra Hidayat di sela-sela kegiatan Ngawangkong Bari Ngopi di Halaman Gedung Capetang, Soreang, beberapa waktu lalu. Hendra menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil rakor tingkat Provinsi Jabar, yang dilaksanakan di Pangandaran pada Jumat (23/10/2020). “Kemarin Pak Kalak (kepala pelaksana) sudah menghadiri rakor tingkat provinsi. Setelah SK (surat keputusan) dari provinsi turun, baru kita laksanakan rakor tingkat kabupaten. Penetapan status siaga darurat sendiri, tidak bisa hanya berdasarkan estimasi pribadi. Melainkan ada beberapa pertimbangan, seperti informasi dari setiap stakeholder di lapangan, termasuk informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) terkait curah hujan,” jelas Hendra. Meski begitu, pihaknya telah melakukan mitigasi bencana. Salah satunya dengan melakukan pendataan daerah rawan bencana, baik banjir genangan, bandang dan tanah longsor. “Ada sembilan kecamatan di Kabupaten Bandung yang berpotensi terkena banjir, seperti Kecamatan Majalaya, Solokan Jeruk, Rancaekek, Cicalengka, Ibun, Kertasari, Ciwidey, Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot dan Banjaran. Sedangkan Kecamatan Pasirjambu dan Ibu berpotensi longsor,” paparnya. Sebagai langkah preventif menghadapi pergeseran tanah, dirinya menuturkan, BPBD Kabupaten Bandung telah melakukan uji coba polimerisasi di sejumlah titik rawan longsor. “Polimerisasi ini masih bersifat uji coba. Namun kami berharap, penyemprotan cairan polimer dapat mengeraskan struktur tanah. Sedangkan untuk penguatnya, kami menggunakan tanaman vetiver. Tanaman golongan rumput ini dapat menahan gempuran aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah,” ungkap Hendra. Selain itu, pihaknya juga telah membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Ia menjelaskan, forum tersebut nantinya akan membantu BPBD dalam pendataan dan penanganan awal bencana. “FPRB menaungi 234 komunitas dengan jumlah anggota sekitar 700 orang. Mereka merupakan ujung tombak penanganan bencana. Seperti kita ketahui, Kabupaten Bandung sangat luas, dengan SDM yang terbatas, kami tidak akan mampu menangani sendiri. Maka dari itu, kami mengajak seluruh komunitas masyarakat untuk bersinergi dalam penanggulangan bencana,” ucapnya. Ia menuturkan, FPRB telah melakukan rakor internal. Hal itu dilakukan guna menginventarisir SDM serta kelengkapan peralatan dalam proses penanggulangan bencana. Tak hanya itu, selama dua bulan terakhir, BPBD bersama FPRB juga telah melaksanakan pembentukan enam forum tingkat desa. Kedepannya, pihaknya bersama forum akan menggelar rakor di lima kecamatan rawan bencana lainnya. “Selain sosialisasi dan pembentukan forum tingkat desa, kami juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan, seperti pemetaan partisipatif di daerah rawan bencana, pembentukan pos gabungan serta kegiatan susur sungai untuk pengecekan sedimentasi dan tumpukan sampah,” pungkas Hendra. Sumber : Protokol dan Komunikasi Pimpinan Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung segera lakukan rapat koordinasi (rak
Selengkapnya
Beach
Sebanyak 152 Kepala Keluarga (KK) dan 462 jiwa di Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay terdampak meluapnya air bercampur lumpur dari saluran irigasi. Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung H. Achmad Djohara, untuk mengklarifikasi  pemberitaan yang menyebutkan banjir bandang menimpa Kecamatan Ciparay dengan jumlah korban 420 KK. Kalak mengungkapkan, intensitas curah hujan yang cukup tinggi pada Sabtu (24/10/2020) sore ditambah lagi kurangnya serapan di area pegunungan, mengakibatkan air yang masuk ke saluran irigasi meluap. Drainase yang tersumbat sampah, pohon dan sedimentasi saluran irigasi sekunder, menambah luapan air bercampur lumpur dan menggenangi beberapa dusun di desa itu. "Penyebabnya adalah tersumbatnya salah satu saluran irigasi, sehingga air dan lumpur meluap ke jalan dan masuk ke pemukiman warga," ungkap Kalak BPBD melalui aplikasi WhatsApp, Minggu (25/10/2020). Dari hasil assessment yang dilakukan personilnya di lapangan, tutur Ahmad Djohara, sebanyak tiga dusun tergenang air setinggi kurang lebih 50 cm dan lumpur dengan ketebalan sekitar 40 cm tersebut. "Dusun yang terdampak yaitu Dusun Cinangka, Cikopo dan Karasak. Sebanyak 152 Kepala Keluarga (KK) dan 462 jiwa, terkena dampak dari luapan air dan lumpur di beberapa ruas jalan lingkungan pada Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WIB," urai Ahmad. Dengan bergotong royong dan bahu membahu, personilnya bersama masyarakat dibantu TNI-POLRI, Satpol PP dan Linmas, membersihkan timbunan lumpur tersebut. "Personil kami di lapangan berkoordinasi dengan aparat desa setempat, dan memberikan imbauan kepada warga agar senantiasa waspada ketika masuk musim penghujan seperti saat ini," pungkas Ahmad Djohara. Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sebanyak 152 Kepala Keluarga (KK) dan 462 jiwa di Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay terdampak meluapn
Selengkapnya