SMARTCITY - Beranda

11 Jan 2019

3,530,985

Jumlah Penduduk
11 Jan 2019

1,094,495

Jumlah Keluarga
11 Jan 2019

2,562,404

Wajib KTP-el
25 Jun 2018

1,182,278

Wajib Akta Kelahiran

Statistik Pengunjung Puskesmas

20 Okt 2019

53

Jumlah Pengunjung PerHari
20 Okt 2019

129.938

Jumlah Pengunjung Per Bulan
20 Okt 2019

1.800.084

Jumlah Pengunjung Per Tahun

Pengumuman Terkini

2019-10-11 08:55:00 Kemarau Panjang, Bupati Bandung Salat Istisqa
    Menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar Salat Istisqa berjemaah. Bersama ratusan masyarakat seputar Kota Soreang, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser beserta jajarannya melakukan salat sunat tersebut di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab Bandung-Soreang, Kamis (10/10/2019) pagi. Salat yang dilakukan dalam upaya memohon hujan kepada Allah ini, dipimpin oleh K H. Busyiri Muslim, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Burdah Kutawaringin. Tampak para alim ...........

Media Promosi

News Update

Beach
Menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar Salat Istisqa berjemaah. Bersama ratusan masyarakat seputar Kota Soreang, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser beserta jajarannya melakukan salat sunat tersebut di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab Bandung-Soreang, Kamis (10/10/2019) pagi. Salat yang dilakukan dalam upaya memohon hujan kepada Allah ini, dipimpin oleh K H. Busyiri Muslim, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Burdah Kutawaringin. Tampak para alim ulama, para santri, pelajar dan unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Bandung turut berjamaah melaksanakan salat itu. “Alhamdulillah, Allah mendengar do’a kita semua dan di ijabah. Siang ini di Soreang, turun hujan. Ini bagian dari ikhtiar kami untuk mengharap rida-Nya menghadapi kekeringan yang sudah dinyatakan siaga satu. Beberapa titik api juga sudah mulai masuk ke beberapa hutan lindung kita. Semoga hujan cepat turun juga di wilayah lainnya, terutama di titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sehingga pemadaman menjadi lebih mudah,” harap Bupati Dadang Naser. Bupati menilai, bencana datang akibat ulah tangan manusia. Manusia kadang mengabaikan aturan dan etika. Dalam kasus karhutla saat ini, kata bupati manusia tidak bersahabat dengan alam dan lingkungan. “Habluminannas, habluminallah dan hablum minal a’lam ini yang harus kita perkuat lagi. Hal-hal yang sederhana adalah tidak membuang sampah sembarangan atau rajin membersihkan gorong-gorong saat nanti musim hujan,” tegas Dadang Naser. Sementara dalam khotbahnya, Busyiri Muslim menyampaikan salat sunat istisqa perintah yang dicontohkan Rasulullah. Salat istisqa, kata Busyiri adalah salat yang jarang dilakukan. Salat istisqa dilakukan tergantung dengan kondisi, seperti menghadapi kemarau yang cukup panjang, sehingga menyulitkan manusia untuk mendapatkan air. “Dalam menghadapi musim kemarau yang panjang ini tentunya dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan. Jangan putus berdo’a agar segala upaya yang kita lakukan, mendapat berkah dari Allah Subhannahu Wa Ta’ala,” ucap Busyiri. Sumber: Humas Pemkab Bandung   Menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menggelar Salat
Selengkapnya
Beach
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI) Susi Pudjiastuti meresmikan Pasar Ikan Modern (PIM) Sabilulungan Soreang Kabupaten Bandung. Selain itu, ia juga meresmikan 14 proyek pembangunan prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI secara serentak.   Pembangunan tersebut merupakan implementasi Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) serta sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 2016 Tentang Percepatan Industri Perikanan Nasional serta Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional, pada tahun 2018 – 2019.   Sebelumnya Menteri Susi melakukan dialog melalui video conference dengan beberapa titik peresmian proyek. Selain itu, ia juga meresmikan cold storage atau gudang pendingin di Muara Baru berkapasitas 1.000 ton, senilai Rp. 43 miliar yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018-2019. Dibangun di atas lahan seluas 8.885 meter persegi dengan luas bangunan 5.619 meter persegi.   "Dengan adanya cold storage, pengusaha, nelayan dan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) bisa sewa. Tentu ini bertujuan agar ikan bisa lebih tahan lama, sehingga pada saat musim ikan tidak ada lagi ikan yang terbuang dan harganya tidak jatuh," ujar Susi di sela-sela peresmian yang dipusatkan di PIM Muara Baru Jakarta, Kamis (10/10/2019).    Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung H. Teddy Kusdiana yang turut hadir di Jakarta mengatakan, dengan diresmikannya PIM Sabilulungan, Kabupaten Bandung memiliki sumber perekonomian baru.   “Ini adalah kesempatan bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Silakan manfaatkan, karena ini merupakan sumber perekonomian kita. Dengan berdatangannya pembeli, ke depan bisa menjadi obyek wisata kuliner. Jadi selain menyediakan kebutuhan ikan tawar dan laut bagi masyarakat, juga bisa meningkatkan kualitas perekonomian warga,” ujar Sekda Teddy.   Ia berharap PIM yang berlokasi di Gading Tutuka tersebut, dapat lebih maju dan berkembang lagi. “Mudah-mudahan bisa dikelola dengan lebih baik dan lebih profesional lagi. Mari kita ajak keluarga dan sanak saudara, kampanyekan Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) agar generasi penerus kita lebih sehat dan cerdas,” ajak Teddy.   Sementara itu Kepala Dinas Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung H. Dadang Hermawan mengatakan, soft launching sebetulnya sudah dilaksanakan oleh bupati pada 24 September lalu. “Rencananya tanggal 12 Oktober ibu menteri (Puji) akan datang ke PIM Soreang. Namun mengingat banyaknya proyek KKP, akhirnya ditarik ke Jakarta,” terang Kepala Dispakan didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Perikanan Roza Delwina.   Pembangunan PIM, lanjutnya, selesai pada akhir tahun 2018, sekaligus dengan operasionalnya yang dikelola PT Citra Bangun Selaras (CBS). “Fasilitas cold storage di sini juga sudah ada, dengan kapasitas 3 ton. Kami sudah ajukan proposal untuk yang kapasitas 1.000 ton ke KKP, kita tunggu kelanjutannya nanti,” lanjut Dadang Hermawan.   Dari 220 lapak yang tersedia, terdiri dari 72 lapak kering, 108 lapak ikan laut segar dan 40 lapak ikan air tawar. “Sudah terisi 62 lapak kering, 40 lapak ikan laut segar dan 23 lapak ikan air tawar. Di lantai atas ada foodcourt untuk penyajian aneka olahan ikan, dari 24 baru terisi 12 lapak,” urainya.   Pada masa percobaan ini, pihak pengelola belum memberikan lapak keluar daerah Soreang. “Kami masih memberikan kesempatan sampai akhir oktober, gratis tanpa tarik sewa. Jadi siapa yang mau berusaha di bidang ikan, terutama untuk warga Kabupaten Bandung, kami tunggu sampai akhir Oktober ini,” pungkasnya.   Sumber: Humas Pemkab Bandung Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI) Susi Pudjiastuti meresmikan Pasar Ikan Modern
Selengkapnya
Beach
Dinilai berhasil dalam mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung meraih penghargaan Natamukti Award 2019 dari International Council for Small Business (ICSB) dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) RI.    Piagam penghargaan diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung yang diwakili Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop-UKM) Kabupaten Bandung Dr. H. Cakra Amiyana, ST., MA dari  Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI, Prof. Rully Indrawan di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Senin (7/10/2019).   “Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya Pemkab Bandung mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Penghargaan ini diberikan karena kita dinilai mampu mendorong keberlangsungan UMKM, kualitas UMKM serta mendorong terjadinya pembentukan ekosistem. Ekosistem disini merupakan rangkaian atau keterkaitan antara UMKM dengan stakeholder lainnya yang berjalan dalam sebuah sistem,” jelas Bupati Bandung, H.Dadang M.Naser saat ditemui di Rumah Jabatannya Soreang, Selasa (8/10/2019).   Dengan adanya penghargaan tersebut, Bupati berharap UMKM di Kabupaten Bandung dapat terus termotivasi untuk aktif dalam mewujudkan salah satu program prioritas Kabupaten Bandung, yakni meningkatan perekonomian yang berdaya saing.   “Menurut Data BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Bandung, angka kemiskinan kita turun dari 7% menjadi 6%, begitu pula angka pengangguran. Meskipun dalam beberapa indikator makro Kabupaten Bandung sudah diatas rata-rata Jabar (Jawa Barat) maupun nasional, namun masih terdapat kesenjangan di tataran mikro. Ini yang harus kita perhatikan,” tegas bupati.   Selain itu, pihaknya juga berencana memperluas pemasaran produk UMKM Kabupaten Bandung ke pasar internasional.   “Target kita selanjutnya tentu penghargaan Natamukti Nindya. Untuk mencapai hal itu kita perlu bukti jika UMKM kita sudah ekspor, karena penghargaan ini diberikan kepada UMKM yang berdaya saing internasional. Saat ini produk UMKM kita sudah ada yang ekspor namun masih parsial, sehingga perlu lebih terencana dan terintegrasi antar sektor. Oleh karena itu, 2020 mendatang kami akan melakukan program UMKM go international,” jelas Dadang.   Sementara Kepala Diskop-UKM Kabupaten Bandung Cakra Amiyana menuturkan, guna mempertahankan penghargaan Natamukti, pihaknya akan melakukan pendataan UMKM lebih detail.   “Tahun 2018 lalu, kami sudah melakukan pendataan kepada 1.700 UMKM di 10 kecamatan. Sementara tahun ini kami berencana melakukan pendataan kembali, namun lebih mendetail seperti omset, aset, jenis usaha, produk dan jenis kegiatan,” urainya.   Selain bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar, pihaknya juga telah mengeluarkan berbagai kebijakan terkait pengembangan UMKM di Kabupaten Bandung. Cakra juga menilai, pengembangan UMKM harus terintegrasi dalam suatu badan usaha, berupa koperasi.   “Kebijakan yang sudah kami laksanakan antara lain melakukan sosialisasi untuk PIRT (Perizanan Pangan Industri Rumah Tangga), fasilitas HKI (Hak Kekayaan Intelektual), HNI (Halal Network International) dan fasilitas OSS (Online Single Submission) hingga UMKM mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil),” terang Cakra.   Tak hanya itu, pihaknya juga berencana melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) atau pelatihan kepada UMKM yang berpotensi ekspor pada 2020 mendatang.   “Dalam pelatihan ini, kami akan memberikan pemahaman terkait standar produk di pasar internasional seperti nutrition facts, kadaluarasa dan sertifikat halal. Selain itu, kami juga akan memberikan pelatihan terkait dengan ekspor, misalnya pengemasan, proses ekspedisi dan tak kalah penting juga cara melewati beacukai,” pungkasnya pula.   Sumber : Humas Pemkab Bandung Dinilai berhasil dalam mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Pemerintah Kabupaten
Selengkapnya
Beach
Sedikitnya, 2000 warga Kecamatan Ciwidey menggelar salat istisqo atau salat minta hujan seiring berlangsungnya musim kemarau panjang. Ciwidey termasuk salah satu daerah yang mengalami kesulitan air bersih. Tak hanya itu, menurut Camat Ciwidey H. Karyadi Raharjo A, AP.,M.Si, pihaknya sangat prihatin menyikapi peristiwa kebakaran permukiman dan lahan hutan di Kabupaten Bandung belum lama ini.* *Karyadi mengatakan salat minta hujan dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan beserta seluruh masyarakat Ciwidey di Lapangan Rest Area Alun-Alun Ciwidey, Rabu (9/10/2019). Ia menyampaikan keprihatinannya atas bencana kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung, disusul kejadian Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Gunung Malabar dan Patuha.  Dampak kemarau tahun ini lanjutnya, bukan saja mempengaruhi kehidupan masyarakat, namun terancamnya sebagian ekosisitem yang ada. “Salat istisqo ini mudah-mudahan menyadarkan kita untuk berserah diri kepada Allah dan terus berbuat baik terhadap alam. Kejadian Karhutla sebagian besar berasal dari kesalahan manusia, baik kesengajaan ataupun kelalaian. Kemarau panjang  bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita, agar ramah terhadap alam,” ungkapnya. Wilayah Ciwidey kata dia, sebelumnya tidak pernah mengalami kekurangan air. Sebagai kawasan pertanian dan perkebunan, Ciwidey memiliki beberapa mata air alami yang masih tersedia meski musim kemarau tiba. “Baru tahun ini, kami menggelar salat  minta hujan. Sumber mata air sudah mengering dan kami mengandalkan bantuan air bersih dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Mudah-mudahan Allah meridhoi ikhtiar kita bersama,” harapnya. Melalui kesempatan itu pula, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Ciwidey, untuk ramah terhadap lingkungan, bijak dalam memanfaatkan apa yang telah Allah anugrahkan, dengan tidak melakukan illegal logging ataupun membakar hutan. “Semoga kegiatan yang kita laksanakan hari ini, dapat menjadi momentum introspeksi, untuk menjadi manusia yang lebih baik di hadapan Allah SWT.  Mudah-mudahan juga hujan segera turun,” imbuh Karyadi. KH. Arifin selaku khotib, mengutip salah satu firman Allah yang artinya “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut yang disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasa bagi mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Arifin juga mengajak segenap jamaah untuk mempertebal iman dan takwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala laranganNya. Sumber : Humas Pemkab Bandung   Sedikitnya, 2000 warga Kecamatan Ciwidey menggelar salat istisqo atau salat minta hujan seiring berl
Selengkapnya