SMARTCITY - Beranda

11 Jan 2019

3,530,985

Jumlah Penduduk
11 Jan 2019

1,094,495

Jumlah Keluarga
11 Jan 2019

2,562,404

Wajib KTP-el
25 Jun 2018

1,182,278

Wajib Akta Kelahiran

Statistik Pengunjung Puskesmas

14 Nov 2019

0

Jumlah Pengunjung PerHari
14 Nov 2019

76.734

Jumlah Pengunjung Per Bulan
14 Nov 2019

1.958.746

Jumlah Pengunjung Per Tahun

Pengumuman Terkini

2019-11-11 09:03:00 Ngawangkong Bari Ngopi Tentang Perda KTR
    Untuk mengoptimalkan implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 89 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda KTR, dan Keputusan Bupati (Kepbup) Nomor 700/Kep-523-Dinkes/2019 Tentang Pembentukan Satuan Tugas (Satfgas) Penegak KTR. Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Ekjah) Kabupaten Bandung H. Marlan, saat menjadi narasumber...........

Media Promosi

News Update

Beach
Untuk mengoptimalkan implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 89 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda KTR, dan Keputusan Bupati (Kepbup) Nomor 700/Kep-523-Dinkes/2019 Tentang Pembentukan Satuan Tugas (Satfgas) Penegak KTR. Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Ekjah) Kabupaten Bandung H. Marlan, saat menjadi narasumber bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) H. Kawaludin dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Grace Mediana Purnami, dalam acara Ngawangkong Barai Ngopi di Kawasan Taman Uncal Komplek Perkantoran Pemkab Bandung, Jum’at (8/11/2019). “Untuk Perda KTR sudah kami sosialisasikan dari awal 2018, begitu perda ini ditetapkan oleh DPRD. Setelah satu tahun sosialisasi, lalu terbit Perbup Nomor 89 Tahun 2018 terkait juklaknya. Di mana per tanggal 8 Desember 2018, Perda itu sudah sah diberlakukan,” ungkap Asisten Ekjah dalam acara yang digagas Bagian Humas dan Protokol tersebut. Namun implementasi perda, terang Marlan, belum sepenuhnya dapat dilaksanakan. Pasalnya, saat itu  alat penegak Perda KTR belum diterbitkan. “Satgas Penegak KTR baru terbentuk di bulan September 2019, yaitu melalui kepbup. Kemudian kami juga perlu mengadakan pelatihan dan bimbingan teknis, yang baru terlaksana di bulan Oktober. Insyaa Allah per 1 Januari, satgas sudah mulai dapat melakukan penindakan,” terang Marlan. Dalam jangka 2 bulan ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi yang dilakukan oleh Satgas, baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat kecamatan. Sampai saat ini, anggota satgas baru berjumlah 60 personil. “Satgas terdiri dari unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, institusi terkait, orgmas (organisasi kemasyarakatan) dan LSM (lembaga swadaya masyarakat) yang peduli kesehatan,” lanjutnya. Dalam perda, ditentukan delapan KTR yang terbagi menjadi dua kriteria. Lima KTR dilarang menyediakan tempat khusus merokok (smoking area) dan merupakan KTR yang bebas asap rokok hingga batas terluar. “Fasilitas Layanan Kesehatan, Tempat Proses Belajar, Tempat Anak Bermain, Tempat Ibadah dan Angkutan Umum, tidak boleh menyediakan smoking area. Bahkan dalam radius 100 meter dilarang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan rokok, baik itu merokok, menjual, membeli, memproduksi maupun mengiklankan produk rokok,” urai Marlan. Sedangkan tiga KTR lainnya, diperbolehkan menyediakan smoking area. Di antaranya Tempat Kerja, Tempat Umum dan Tempat Lainnya yang ditetapkan. “Kami contohkan di kawasan pemkab ini, dibuat beberapa gazebo khusus untuk para perokok. Jadi intinya, Perda KTR dibuat bukan untuk melarang orang merokok, tapi membatasi orang merokok agar memberikan kenyamanan bagi mereka yang tidak merokok,” tuturnya pula. Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung H. Kawaludin, yang juga selaku Sekretaris Tim Pembina Satgas Penegak KTR menambahkan, masyarakat yang melanggar Perda KTR akan mendapatkan sanksi, mulai dari sanksi administratif sampai pidana. Sanksi administratif diberikan bagi lima KTR yang menyediakan smoking area. Sanksinya, terang Kepala Satpol PP, yaitu berupa teguran lisan, tertulis, penghentian kegiatan sementara, penghentian kegiatan tetap, penyitaan kendaraan dan/atau denda. Sedangkan sanksi pidana kurungan paling lama tujuh hari atau denda paling tinggi Rp. 500 ribu, akan dikenakan kepada orang yang merokok dan membeli rokok di KTR, dan untuk pimpinan atau penanggungjawab KTR yang tidak menerapkan Perda KTR di instansinya. “Kemudian sanksi pidana kurungan paling lama tujuh hari atau denda paling tinggi Rp. 50 juta, untuk setiap orang yang menjual, mengiklankan, mempromosikan, memproduksi dan/atau memperagakan rokok di KTR. Per tanggal 1 Januari, jajaran kami akan mulai melakukan penindakan, kami berharap informasi ini dapat diketahui masyarakat secara luas,” pungkas Kawaludin. Sumber: Humas Pemkab Bandung Untuk mengoptimalkan implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa
Selengkapnya
Beach
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menjalin kerjasama dengan Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara. Penandatanganan kesepakatan kerjasama terkait media layanan publik tersebut, dilakukan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser dengan Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum LKBN Hempi N. Prajudi, di Auditorium Adhiyana Wisma Antara Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019). Bupati Dadang Naser beranggapan, kerjasama itu perlu dilakukan, mengingat dunia global dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini berkembang dengan sangat pesat. Dengan harapan, Informasi pembangunan dapat diketahui masyarakat, yaitu melalui pemanfaatan aplikasi, data, berita dan informasi. “Tantangan dalam pola pembangunan ke depan akan lebih berat, terutama saat memasuki era revolusi industri 4.0. Oleh karenanya, kinerja pemerintahan harus terus ditingkatkan, baik dari segi kecepatan maupun keakuratan. Kerjasama ini terkait media layanan publik, juga pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas aparatur, terutama di bidang TIK,” ungkap Bupati Dadang Naser. Sebuah pemerintahan, tutur bupati, akan kuat manakala dibangun oleh lima pilar atau yang lebih dikenal dengan pentahelix. Di mana didalamnya terkandung sinergitas antara akademisi, bisnis, komunitas atau masyarakat, pemerintah dan juga media. “Kami berkeyakinan, bahwa kerjasama ini merupakan salah satu perwujudan sinergitas lima lembaga yang harus terus kita kuatkan. Terutama untuk menginformasikan kondisi pembangunan saat ini, agar dapat diketahui dan disebarluaskan kepada masyarakat. Tujuan akhirnya tentu untuk menuju Indonesia yang lebih baik, dan lebih maju di masa-masa yang akan datang,” tutur bupati. Dirinya memahami, bahwa Indonesia masih merupakan negara berkembang. Menuju negara maju, harus ditopang mulai dari tingkat paling bawah, yaitu pembangunan di desa. “Membangun Indonesia dari pinggiran, kami dukung melalui akselerasi pembangunan di daerah. Salah satunya melalui inovasi ‘Sabilulungan Raksa Desa, Bandung 1000 Kampung’. Program ini diharapkan menjadi poin penting bagi kami, dalam memaksimalkan potensi daerah. Sehingga produk lokal dapat bersaing secara global,” tambahnya. Selain dengan Pemkab Bandung, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum LKBN Hempi N. Prajudi menyebutkan, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Pemkab Buton, Tanah Datar, Kepahjang dan Pemerintah Kota Singkawang. Lebih lanjut Hempi Prajudi menjelaskan, Antara memiliki tugas dan fungsi yang diwujudkan dalam bentuk penyebarluasan berita, yaitu melalui portal-portal yang dimilikinya. “Kami memiliki kantor di seluruh provinsi, juga di luar negeri. Insyaa Allah saat ini tengah dipertimbangkan untuk menambah beberapa distribution channel (perwakilan) di luar negeri, karena tugas kami ke depan akan semakin berat,” jelas Hempi. Salah satu yang tengah dilakukan oleh anak perusahaan Antara, yakni Antara Digital Media, adalah mendistribusikan informasi melalui videotron. Pihaknya meyakini, pemerintah daerah memerlukan sebuah tayangan, untuk memperlihatkan pembangunan di daerahnya kepada masyarakat luas. “Ini merupakan salah satu cara untuk memberitahukan kepada masyarakat, apa saja yang sudah dilakukan dalam hal membangun daerahnya masing-masing,” terang Hempi pula. Selain itu juga, ia menambahkan, pihaknya mempunyai sumber daya bersertifikasi untuk melakukan pelatihan kehumasan. “Salah satunya berupa cyber journalism (jurnalisme digital). Bagaimana menggunakan media sosial dengan baik, meningkatkan peran humas dalam menyikapi hoax, termasuk pelatihan fotografi dan video,” pungkasnya. Sumber: Humas Pemkab Bandung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menjalin kerjasama dengan Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Kant
Selengkapnya
Beach
Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Bandung (Wabup) H.Gun Gun Gunawan, S.Si, M.Si melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda diawalinya pembangunan dan renovasi masjid di lingkungan Sekolah SMPN 1 Margahayu.   Turut mendampingi Wadanlanud Sulaeman Letkol Agus Basuki dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung, Dr. Juhana M.Mpd.   Masjid dibangun atas kerjasama antara SMPN 1 Margahayu, Lanud Sulaeman (TNI AU) dan sejumlah donatur termasuk infaq sukarela dari para orangtua murid.   Pembangunan dan renovasi masjid ini mendapat apresiasi dari Wabup Gun Gun Gunawan. Wabup menilai lanud ikut berperan mendukung salah satu misi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dalam menciptakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kabupaten Bandung.   "Atas pemerintah daerah, kami sampaikan apresiasi dan berterimakasih. Karena lanud ikut berperan memajukan dunia pendidikan. Salah satunya dengan menghibahkan sebagian wilayah Lanud Sulaiman yang saat ini menjadi SMPN 1 Margahayu. Tidak saja memajukan pendidikan, namun juga sabilulungan turut mencetak SDM siswa yang berahlaqul karimah", ucap wabup.   Wabup berharap dengan dibangunnya masjid tersebut, dapat menampung seluruh siswa-siswi dan para guru saat menjalankan ibadahnya. "Kami berharap dengan adanya fasilitas sarana ibadah ini, dapat menambah dan meningkatkan kuantitas maupun kualitas kegiatan keagamaan untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang religius, adil, sejahtera dan berkehidupan yang berkualitas," ungkap Gun Gun.   Pada kesempatan itu, wabup mengimbau, peringatan maulid nabi bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan kecintaan manusia kepada Rasulullah sebagaimana beliau mencintai umatnya.   "Rasulullah merupakan teladan bagi seluruh umatnya. Beliau dilahirkan tanpa kehadiran seorang ayah, diasuh cukup lama oleh seorang ibu. Tetapi sikapnya patut dicontoh dalam hal mencintai orang tua dan menghormatinya," kata wabup   Pembangunan masjid, lanjut wabup menjadi salah satu aplikasi umat islam dalam menerapkan sunnah rasul. "Alhamdulillah kita diberi kesempatan untuk memberdayakan potensi-potensi yang menuju pada kebaikan, seperti membangun rumah Allah ini. Insya Allah itikad baik kita akan menjadi investasi kebaikan, semoga mendapatkan keberkahan di momen peringatan maulid nabi ini," pungkasnya   Sementara Agus Basuki mengatakan  pihaknya berkeinginan, selain bisa ikut mencerdaskan anak sekolah dalam intelektualnya, dia pun berharap saat lulus nanti anak-anak SMP Margahayu ini cerdas spiritualnya.   "Kita ingin anak-anak dididik di sini selain mempunyai intelektual yang baik, memiliki akhlak yang mulia, terdukung juga oleh kesehatan jasmaninya yang mumpuni,"harapnya pula.   Agus Basuki menambahkan, ke depan pihaknya akan menyediakan beberapa fasilitas olahraga, seperti GOR Angkasa untuk  bulutangkis dan tenis yang boleh digunakan siapa saja. "Kami buka setiap minggu pagi untuk olahraga pagi. Bagi siswa SD, SMP, SMA yang ada di sekitar sini silahkan gunakan fasilitas yang ada,”imbau Agus.     Sumber : Humas Pemkab Bandung Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam beberapa waktu lalu, Wakil
Selengkapnya
Beach
Dalam momen peringatan Hari Pahlawan tahun 2019, Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.I.P., M.I.P mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pahlawan masa kini. Hal tersebut diungkapkannya saat bertindak selaku inspektur Upacara pada Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sadu, Kecamatan Soreang, Minggu (10/11/2019).   “Saat ini siapa pun bisa menjadi pahlawan, baik dalam bentuk aksi – aksi nyata seperti memperkuat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), maupun dengan terus berprestasi membangun negeri sesuai kemampuan dan profesi masing-masing.  Hal ini selaras dengan tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini, yakni Aku Pahlawan Masa Kini,” ungkap Bupati Bandung.   Dirinya berharap, tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini dapat membangkitkan semangat pemuda – pemudi bangsa untuk terus berinovasi, berprestasi dan mengharumkan Indonesia di kancah Internasional.   “Lain halnya pada masa penjajahan, dimana semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa. Di era sekarang, kita bisa menjadi pahlawan dengan menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagai masyarakat serta mengharumkan nama bangsa di mata dunia,” tuturnya.   Selain mengajak manjadi pahlawan masa kini, Dadang juga meminta masyarakat Kabupaten Bandung untuk lebih menghargai jasa para pahlawan.   “Salah seorang The Founding Fathers kita Bung Karno pernah mengungkapkan, bahwa hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar. Maka dari itu, semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang harus terus dipupuk dalam sanubari kita sebagai warga negara Indonesia,” jelas Dadang.   Ia juga berharap, peringatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial saja, namun dijadikan sebagai momen meningkatkan nasionalisme masyarakat Kabupaten Bandung.   “Kami berharap, peringatan ini dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai tanah air. Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia – sia. Oleh karena itu, mari kita maknai hari pahlawan ini dengan wujud nyata, bekerja membangun negeri, menuju Indonesia maju,” tutupnya.     Sumber : Humas Pemkab Bandung Dalam momen peringatan Hari Pahlawan tahun 2019, Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.I.P., M.I.
Selengkapnya