SMARTCITY - Beranda

15 Okt 2020

3,575,982

Jumlah Penduduk
15 Okt 2020

1,208,074

Jumlah Data Keluarga
15 Okt 2020

2,494,971

Jumlah Wajib KTP-el
15 Okt 2020

1,163,862

Jumlah Anak Usia 0-18 Tahun
15 Okt 2020

1,042,550

Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran Usia 0-18 Tahun

Statistik Pengunjung Puskesmas

16 Jan 2021

1.819

Jumlah Pengunjung PerHari
16 Jan 2021

30.215

Jumlah Pengunjung Per Bulan
16 Jan 2021

30.215

Jumlah Pengunjung Per Tahun

Pengumuman Terkini

2021-01-13 09:41:42 Bupati Sambangi Perangkat Daerah
    Menjelang akhir masa jabatannya, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser akan menyambangi seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Di hari pertama kunjungannya, ia mendatangi kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Dalam kunjungan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada selur...........

Media Promosi

News Update

Beach
Menjelang akhir masa jabatannya, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser akan menyambangi seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Di hari pertama kunjungannya, ia mendatangi kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Dalam kunjungan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang selama ini telah menunjukkan kinerja baik. Saya mengapresiasi mereka yang telah bekerja optimal, mendukung saya selama satu dekade menjalankan roda pemerintahan,” ucap Bupati Dadang Naser di Kantor DLH di Soreang, Senin (11/1/2021). BKPSDM, tuturnya, merupakan leader peningkatan kinerja dan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam keberadaan ASN sebagai pelayan publik. “BKPSDM telah melakukan inovasi dalam layanan kepegawaian melalui aplikasi, sehingga memudahkan ASN untuk mengakses layanan kepegawaian di masa pandemi ini,” tutur bupati. DP2KBP3A dan DLH, ujar Dadang Naser, juga telah turut menyumbangkan prestasi selama masa kepemimpinannya. Beragam penghargaan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun Non Government Organization (NGO), berhasil dipersembahkan. “Dengan penghargaan Green Leadership dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), terkait masalah kepemimpinan pola penanganan lingkungan, Kabupaten Bandung dinyatakan sudah cukup baik. Tentu PR kita terkait pembangunan kualitas lingkungan hidup masih banyak. Kerjasama seluruh pihak, dalam konsep pentahelix, tentu sangat dibutuhkan dalam salah satu koridor pembangunan yang saya rasa paling berat diwujudkan ini,” tambahnya pula. Pada kesempatan itu, dirinya juga memohon maaf atas kekurangan selama dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bandung. Dengan kearifan lokal Sabilulungan, ia mengatakan, segala kekurangan dan kelebihan yang ada, bisa saling melengkapi. “Kebersamaan mampu menjawab persoalan. Sesulit apapun persoalan, dapat diatasi dengan kerjasama, gotong royong, empati dan tolong menolong dalam bingkai Sabilulungan,” tutur Kang DN, panggilan akrab bupati. Menutup kunjungannya, Kang DN berpesan agar ASN tidak berhenti Berfikir, Berdzikir, Berkarya, Berorganisasi dan Berolahraga. “Senantiasa berfikir cerdas dan mengingat Allah saat bekerja. Ikut berorganisasi dan berkarya nyata. Tetap sehat jasmani dan rohani dengan rutin berolahraga. Itulah kunci kesuksesan, dan tentunya harus bermanfaat dan dibutuhkan oleh lingkungan sekitarnya,” pungkas Kang DN. Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan   Menjelang akhir masa jabatannya, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser akan menyambangi seluruh Perangka
Selengkapnya
Beach
Perda RPJPD Kabupaten Bandung Download   Perda RPJPD Kabupaten Bandung Download  
Selengkapnya
Beach
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, menyatakan akan loyal dan taat kepada pemerintah pusat. Hal itu disampaikannya menyikapi pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di wilayah Jawa dan Bali mulai 11 hingga 25 Januari mendatang. Ia pun mengimbau seluruh masyarakat untuk sama-sama mentaati aturan pemerintah. “Pemerintah sayang masyarakat, ayo kita saling mengingatkan. Sabilulungan saling asah, asih dan asuh, untuk tidak segan-segan saling tegur, agar tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbuh Bupati Dadang Naser di Rumah Jabatannya di Soreang, Rabu (6/1/2021). Untuk penerapan di Kabupaten Bandung, tutur bupati, saat ini masih dalam tahap pembahasan. Rencananya pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung akan segera membahas, seperti apa penerapan PSBB di wilayahnya. “Meskipun Kabupaten Bandung tidak termasuk dalam wilayah Jabar (Jawa Barat) yang masuk kriteria penerapan PSBB, namun Pak Gubernur menyatakan bahwa PSBB berlaku di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) dan Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan Sumedang),” tutur Dadang Naser. Namun demikian, ia berharap penerapan PSBB di Kabupaten Bandung tidak seketat wilayah yang dinyatakan zona merah atau hitam. “Saat ini kita berada di zona oranye, mudah-mudah bisa bergerak ke kuning. Meski bukan berarti bebas, tetap protokol kesehatan tetap diterapkan. Pusat keramaian kalau bisa, buka hingga pukul 8 malam. Kalau jam 7 itu tanggung, baru beres waktu Shalat Magrib,” harapnya. Untuk pembatasan hingga 50% kapasitas tempat peribadatan, khususnya pelaksanaan shalat Jumat, Dadang Naser mengatakan itu sudah berjalan. Dengan menjaga jarak, bermasker, disediakan hand sanitizer dan pengecekan suhu tubuh dan tidak berkerumun. “Pengajian diperbolehkan, tapi jangan berdesakan. Untuk warga yang sedang sakit, batuk, asma kambuh, diabet naik, atau penyakit bawaan lainnya, sebaiknya melaksanakan shalat Jumat atau waktu shalat lainnya di rumah. Dalam Islam itu ada rukhsah atau keringanan, kalau memang sakit jangan dipaksakan. Jangan sampai kita batuk dan mengganggu konsentrasi orang lain,” tukas Kang DN, panggilan akrab bupati. Untuk penerapan Work From Home (WFH) sebanyak 75% jumlah pegawai, menurutnya bisa saja dilaksanakan. Mengingat di awal tahun, kegiatan belum begitu padat. “Saat ini kami akan menggalakkan lagi penyemprotan disinfektan, dan berupaya memperbanyak tes rapid antigen untuk mencegah penyebaran covid di berbagai lingkungan, termasuk perkantoran,” pungkas Kang DN. Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, menyatakan akan loyal dan taat kepada pemerintah pusat. Hal itu d
Selengkapnya
Beach
Mengawali hari kerja di tahun 2021, kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bandung berkisar antara 95 hingga 97%. Hal itu terungkap dalam monitoring uji petik yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung, di sejumlah perkantoran Perangkat Daerah (PD). “Jadi hari ini sengaja kita dengan tim BKPSDM, monitoring beberapa PD yang terkait dengan pelayanan. Termasuk kita juga mengontrol kondisi kesehatan dari rekan-rekan ASN,” ungkap Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Bandung A. Tisna Umaran di Komplek Perkantoran Pemkab Bandung di Soreang, Senin (4/1/2021). Dari hasil pantauannya, beberapa perangkat daerah secara bervariasi menerapkan mekanisme Work From Home (WFH). Hal itu untuk menghindari risiko penyebaran virus corona di lingkungan perkantoran. “Jadi kita evaluasi, beberapa PD menyesuaikan dengan keadaan. Saat ada pegawainya terindikasi positif maka diberlakukan WFH antara 30 sampai 50% jumlah pegawai, itu alasan pertama. Keduanya, karena beban pekerjaan pada bulan Januari tidak terlalu padat. Untuk itu, kita menyarankan kepada rekan-rekan yang hasil tesnya positif, maupun yang satu ruangan dengan yang terkena, untuk melakukan WFH,” terang Pj. Sekda. Namun demikian, ia menyatakan bahwa penerapan WFH tidak berpengaruh terhadap fungsi pelayanan publik. “Pelayanan masih tetap berjalan, baik secara online maupun offline. Kepada rekan-rekan ASN, tolong taati protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak,” imbuh Tisna. Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Wawan A. Ridwan menjelaskan, monitoring uji petik dilakukan antara lain di Disdik, Dinkes dan DPMPTSP. Adanya pegawai yang tidak hadir, menurutnya disertai keterangan sakit dan WFH atas rujukan. “Baik itu dinyatakan positif, maupun rentan terhadap penyakit. Artinya ada kondisi-kondisi yang memaksa dia tidak bisa masuk di hari kerja pertama, setelah melaksanakan cuti bersama ini,” terang Kepala BKPSDM. Berbicara terkait mekanisme WFH, tuturnya, disesuaikan dengan situasi kondisi suatu wilayah. Bila zona penyebaran covid berada pada level tinggi, maka pegawai yang melaksanakan WFH akan semakin banyak. “Kalau level rendah hingga sedang, WFH paling banyak hingga 50% jumlah pegawai. Tapi bila tingkat pemaparan di suatu PD cukup mengkhawatirkan, ya di lock down saja,” tandas Wawan. Komplek perkantoran Pemkab Bandung, kata Wawan, tidak dalam posisi satu gedung sehingga mekanisme lock down bisa diterapkan secara parsial. “Misalnya pegawai di PD A banyak yang terkena covid, ya PD itu saja yang di lock down kan. Mudah-mudahan dengan kebijakan pemerintah berkaitan dengan covid ini, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” pungkasnya. Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Mengawali hari kerja di tahun 2021, kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bandung berkisar
Selengkapnya