SMARTCITY - Beranda

15 Jan 2020

3,553,670

Jumlah Penduduk
15 Jan 2020

1,185,387

Jumlah Data Keluarga
16 Jan 2020

2,447,397

Jumlah Wajib KTP-el
16 Jan 2020

1,208,490

Jumlah Anak Usia 0-18 Tahun

1,084,568

Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran Usia 0-18 Tahun

Statistik Pengunjung Puskesmas

26 Feb 2020

0

Jumlah Pengunjung PerHari
26 Feb 2020

0

Jumlah Pengunjung Per Bulan
26 Feb 2020

0

Jumlah Pengunjung Per Tahun

Pengumuman Terkini

2020-02-17 08:48:00 Posyandu di Kabupaten Bandung, 70% Mandiri
    Sebesar 70% atau 3.026 dari 4.299 pos pelayanan terpadu (posyandu) di Kabupaten Bandung, berstrata mandiri. Sementara sisanya yaitu sebanyak 1.273 masih berstrata purnama dan madya. Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menilai, capaian itu diraih melalui sinergitas para kader di lapangan, di bawah pembinaan kelompok kerja (pokja) posyandu desa/kelurahan dan kelompok kerja operasional (pokjanal) posyandu kecamatan serta kabupaten. "Alhamdulillah ini bekat kinerja para kader di lapangan da...........

Media Promosi

News Update

Beach
Sebesar 70% atau 3.026 dari 4.299 pos pelayanan terpadu (posyandu) di Kabupaten Bandung, berstrata mandiri. Sementara sisanya yaitu sebanyak 1.273 masih berstrata purnama dan madya. Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menilai, capaian itu diraih melalui sinergitas para kader di lapangan, di bawah pembinaan kelompok kerja (pokja) posyandu desa/kelurahan dan kelompok kerja operasional (pokjanal) posyandu kecamatan serta kabupaten. "Alhamdulillah ini bekat kinerja para kader di lapangan dan pembinaan secara berjenjang. Mulai dari tingkat desa dan kelurahan, kecamatan hingga kabupaten," ungkap Bupati Bandung H. Dadang M. Naser di sela-sela pembukaan acara Peningkatan Kapasitas Pokja Posyandu Desa/Kelurahan dan Pokjanal Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Bandung tahun 2020 di Emte Highland Resort Kecamatan Rancabali, Jum'at (14/2/2020). Saat ini strata posyandu terdiri dari pratama, purnama, madya, mandiri dan multifungsi. Menurut bupati, peran posyandu kini tidak hanya terbatas pada mengurus kesehatan ibu dan bayi saja. "Strata tertinggi posyandu, yakni multifungsi, di mana tidak lagi hanya memperhatikan kesehatan ibu, bayi, balita dan lansia (lanjut usia) saja, tapi juga remaja. Kemudian secara komprehensif sudah mengarah ke multi dimensi," ujar bupati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung H. Tata Irawan Subandi. Selain bidang kesehatan, posyandu juga memberikan pelayanan sosial dasar lainnya, seperti pendidikan, perekonomian melalui pemberdayaan masyarakat, ideologi dan kerukunan, konseling hukum bahkan di Kabupaten Bandung mencakup aspek tauhid dan kecerdasan akhlak. "Layanan sosial dasar, itu berujung pada capaian IPM (Indeks Pembangunan Manusia). IPM sendiri merupakan kesepakatan dunia untuk menilai dan mengevaluasi pembangunan," urai Dadang Naser. Bahkan dalam ajaran Islam ujarnya, konsep IPM ini sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad. "Yaitu melalui do'a minum air zam zam. Jadi agar pembangunan itu berhasil, harus memperhatikan ilmunya (pendidikan), makanan yang halal dan bergizi (daya beli) dan kesehatan lahir dan bathin," ujar Dadang Naser. Oleh karenanya, menurut orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu, posyandu merupakan komunitas kecil namun sangat strategis yang harus dikembangkan untuk menunjang berbagai aspek pembangunan. "Program nasional yang dialirkan ke provinsi, lalu ke kabupaten, desa kemudian ke RW,  ujung tombaknya ada di posyandu. Posyandu berperan serta menjaga kualitas generasi masa datang sejak dalam kandungan," lanjutnya. Untuk meningkatkan strata posyandu menjadi multifungsi memang cukup berat. Namun menurut Dadang itu bukan hal yang mustahil tereujud, bila para pembina terus mengawal para kader untuk memunculkan inovasi dan kreativitasnya "Mandiri ke multifungsi cukup berat, namun saya yakin, dengan dorongan para pembina di pokja dan pokjanal, para kader di lapangan akan mampu memunculkan kreasi dan inovasinya. Terbukti sudah ada posyandu kita yang menembus kejuaraan sampai tingkat nasional, salahsatunya Posyandu Teratai di Kecamatan Ciwidey," pungkasnya. Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sebesar 70% atau 3.026 dari 4.299 pos pelayanan terpadu (posyandu) di Kabupaten Bandung, berstrata m
Selengkapnya
Beach
Akselerasi pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung tidak terlepas dari peran serta unsur pentahelix. Kali ini, pemerintah daerah mengajak Komunitas Harley Davidson Bandung Selatan untuk mendukung ragam program, mulai dari sosial, lingkungan hingga promosi pariwisata. “Kami sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa komunitas merupakan salah satu unsur dari pentahelix. Dengan menjadikan komunitas sebagai mitra terdepan, kami yakin akselerasi pembangunan Kabupaten Bandung dapat terealisasikan,” ungkap Bupati Bandung H. Dadang M Naser seusai menghadiri Silaturahmi Akbar Harley Davidson Bandung Selatan di Bale Rame Soreang, Sabtu (15/2/2020). Bupati mengungkapkan, keberadaan komunitas Harley Davidson Bandung Selatan diharapkan dapat membantu mempromosikan potensi pariwisata di Kabupaten Bandung. “Jika di Kabupaten Bandung ada basecamp Harley Davidson, ini bisa menjadi strategi dalam promosi serta menopang kegiatan pariwisata di Kabupaten Bandung,” harap Dadang. Pada kesempatan tersebut, bupati juga mengajak seluruh anggota komunitas untuk menjadi muzaki dengan menyalurkan zakat kepada Baznas Kabupaten Bandung. “Sebagian besar pemilik Harley Davidson ini merupakan golongan aghnia, dimana dalam hartanya terdapat hak bagi fakir miskin. Jika seluruh anggota komunitas menjadi muzaki, Insya Allah kemiskinan di Kabupaten Bandung dapat ditekan. Jadi, kegiatan ini bukan hanya ajang prestisius kaum elit, namun juga ajang pemersatu bagi kaum elit dan alit,” ajaknya. Tak hanya itu, dirinya mengimbau agar komunitas Harley Davidson Bandung Selatan dapat menjadi teladan bagi komunitas motor lainnya, salah satunya dengan taat membayar pajak. “Jadilah organisasi yang profesional, handal dan panutan baik bagi komunitas sejenis ataupun organisasi motor yang lain. Sehingga dapat mengubah stigma negatif tentang komunitas motor yang telah melekat pada masyarakat,” imbau Bupati Bandung. Sementara Kepala Bidang (Kabid) Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Vena Andriawan menjelaskan, pada silaturahmi tersebut dilaksanakan pula kegiatan care and share. “Terdapat beberapa rangkaian pada kegiatan silaturahmi ini. Selain memberikan santunan kepada anak yatim, kami juga melangsungkan penanaman pohon. Hal ini sebagai tanda bukti kepedulian kami terhadap lingkungan serta dukungan kami dalam mewujudkan Kabupaten Bandung Bersih Sampah Tahun 2020,” jelas Vena. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat dilaksanaka setiap tahun dengan skala lebih besar. “Mudah-mudahan silaturahmi seperti ini dapat dilaksanakan kembali, baik skala nasional maupun level internasional. Kegiatan seperti ini dapat mendongkrak kunjungan pariwisata ke kabupaten Bandung, khususnya dari segi komunitas bikers,” pungkasnya. Sumber : Protokol dan Komunikasi Pimpinan Akselerasi pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung tidak terlepas dari peran serta unsur p
Selengkapnya
Beach
Kabupaten Bandung kini memiliki Komando Distrik Militer (Kodim) sendiri, setelah Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto meresmikan Kodim 0624/Kabupaten Bandung yang bermarkas di Jalan Cipatik Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin. Peresmian itu menyusul dilantiknya Letkol Inf. Donny Ismuali Bainuri sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0624/Kabupaten Bandung, oleh Danrem 062/Tarumanegara Kolonel Inf. Parwito. Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menyambut baik pembentukan dan peresmian kodim, yang telah sejak lama ditunggu kehadirannya, baik oleh pemerintah daerah (pemda) maupun masyarakat Kabupaten Bandung tersebut. "Atas nama pemda dan masyarakat Kabupaten Bandung, saya mengucapkan terimakasih atas diresponnya pembentukan Kodim 0624. Dengan diresmikannya kodim ini, akan semakin mempermudah komunikasi antar unsur pimpinan daerah di Kabupaten Bandung," ucap Bupati Dadang Naser di sela-sela kegiatan peresmian, Selasa (11/2/2020). Menurut bupati, pembentukan kodim baru ini merupakan peran penting TNI dalam pengamanan wilayah, dan percepatan pemerataan pembangunan di Kabupaten Bandung. Terutama mengingat cakupan wilayah yang cukup luas, dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, yang mencapai sekitar 3,7 juta jiwa. "Kita sudah lama menunggu hadirnya kodim ini. Bagaimana pun, pembangunan di bidang keamanan harus diutamakan. Saya yakin dengan didekatkannya Makodim, pola pengamanan di Kabupaten Bandung akan lebih intensif," ujar bupati. Kodim 0624 yang membawahi 16 Komando Rayon Militer (Koramil), dirasa Dadang Naser masih kurang. Ia mengusulkan dibentuk lagi koramil-koramil, sehingga dapat hadir di setiap kecamatan yang ada. "Idealnya ada 31 koramil. Namun saat ini strateginya ada posko-posko dulu atau sub sistem, sehingga mempermudah pendekatan pengayoman keamanan di masyarakat. Terutama menghadapi revolusi industri 4.0, yang membutuhkan antisipasi penuh dari seluruh pihak," tutur Kang DN panggilan akrabnya. Usai acara peresmian, Dandim 0624 Donny Ismuali memaparkan pembangunan yang telah dilakukan di Markas Kodim (Makodim) yang dipimpinnya itu. "Makodim 0624, dibangun di atas lahan seluas 12.575 meter persegi (m2). Ini merupakan hibah dari Pemkab Bandung pada tahun 2004. Sedangkan rumah dinas dandim dan kasdim (kepala staf kodim) berdiri di atas lahan seluas 804 M2, juga merupakan hibah dari pemkab pada tahun 2019. Kemudian terangnya, pemkab juga memberikan beberapa fasilitas penunjang lainnya. Antara lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) memberikan dukungan berupa pematangan lahan, pembuatan jembatan dan pemagaran keliling pangkalan. "Disperkimtan, DLH dan Dishub juga memfasilitasi pembuatan taman, pengadaan tempat-tempat sampah serta marka jalan. Alhamdulillah, Pemkab Bandung total memberikan dukungan dalam mempersiapkan makodim ini di lapangan. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih," pungkas Donny. Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Bandung kini memiliki Komando Distrik Militer (Kodim) sendiri, setelah Pangdam III/Siliwan
Selengkapnya
Beach
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser turut prihatin terhadap kasus pembunuhan yang menimpa salah satu warganya akibat kasus hutang piutang. Ia pun mengingatkan seluruh masyarakat, agar tidak terlibat hutang piutang apalagi dengan rentenir.   "Saya imbau kepada seluruh warga, hati-hati kepada siapa kita berhutang. Awalnya manis berdalih menolong, padahal pinjamannya bunga berbunga dan akhirnya mencekik," ujar Bupati Dadang Naser usai shalat jum'at di Masjid Al Fathu Soreang, Jum'at (7/2/2020).   Maraknya praktik rentenir, bank emok atau apapun sejenisnya, menurut pandangannya tidak membutuhkan penerbitan peraturan daerah (perda). Karena dalam ajaran agama Islam, sudah jelas mengharamkan praktik tersebut.   "Kalau surat himbauan atau edaran kepada aparat desa dan kecamatan, itu sangat bisa. Tapi intinya bukan sekedar edaran, seluruh pihak harus Sabilulungan memberi keyakinan dan penjelasan. Jangan main-main dengan hal-hal yang berlawanan dengan agama, karena pasti berujung pada subhat dan madharat," tegas bupati.   Pemerintah sudah menyediakan jalur bagi warga yang membutuhkan pinjaman, yaitu melalui bank resmi. Ia pun meminta bank resmi agar pro aktif mengikis keberadaan bank emok, dengan mempermudah persyaratan pinjaman.   "Selain itu saya imbau pula seluruh bank konvensional, niatkan bertransaksi secara syari'ah. Niatnya itu yang harus diaplikasikan dalam sistem perbankan. Ada kekeluargaan, pola bayar, cicil, bagi hasil. Innamal a'malu binniyat, itu yang penting," tutur Dadang Naser.   Tidak lupa, ia pun mengingatkan kepada pelaku praktik rentenir. "Jangan membuat bank gelap, bank emok, atau usaha haram berkedok koperasi. Carilah bisnis yang benar, bisnis sektor riil," pungkasnya.     Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser turut prihatin terhadap kasus pembunuhan yang menimpa salah satu w
Selengkapnya