SMARTCITY - Beranda

11 Jan 2019

3,530,985

Jumlah Penduduk
11 Jan 2019

1,094,495

Jumlah Keluarga
11 Jan 2019

2,562,404

Wajib KTP-el
25 Jun 2018

1,182,278

Wajib Akta Kelahiran

Statistik Pengunjung Puskesmas

13 Des 2019

6.765

Jumlah Pengunjung PerHari
13 Des 2019

82.427

Jumlah Pengunjung Per Bulan
13 Des 2019

2.161.241

Jumlah Pengunjung Per Tahun

Pengumuman Terkini

2019-12-13 09:19:54 Bupati DN: ‘Kerukunan Keluarga, Kunci Keberhasilan Pembangunan Daerah’
    Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengingatkan para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bandung, untuk menjaga kerukunan, ketentraman dan keharmonisan dalam keluarga.   Menurut bupati, peran seorang istri yang mengetahui tugas dan fungsi suaminya sebagai pelayan publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menjadi salah satu kunci sukses keberhasilan pembangunan suatu daerah.   “Perhatikan kiner...........

Media Promosi

News Update

Beach
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengingatkan para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bandung, untuk menjaga kerukunan, ketentraman dan keharmonisan dalam keluarga.   Menurut bupati, peran seorang istri yang mengetahui tugas dan fungsi suaminya sebagai pelayan publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menjadi salah satu kunci sukses keberhasilan pembangunan suatu daerah.   “Perhatikan kinerja suami, apa tugas dan fungsinya secara global. Apa saja prestasi yang diraih dinas tempat suami bekerja. Karena dibalik prestasi suami, ada peran istri, terutama dalam memberikan motivasi baik lahir maupun batin,” ucap Bupati Dadang Naser dalam sambutannya di sela-sela acara peringatan Hari Ulang Tahun DWP ke-20 Tingkat Kabupaten Bandung di Gedung Dewi Sartika Soreang, Kamis (12/12/2019).   Wanita berperan penting dalam sebuah negara, manakala baik perempuan maka baiklah negeri, manakala hancur perempuan maka hancurlah negeri. “Begitu pula di tingkat instansi pemerintahan. Manakala baik perempuan di suatu dinas, maka baiklah dinas itu. Manakala hancur perempuan di dinas suatu dinas, maka dinas ini tidak bisa melakukan tugas dan fungsinya dengan baik,” tutur bupati.   Untuk itu kehadiran organisasi DWP, menurut Dadang Naser, sangat penting sebagai sebagai mitra strategis Pemkab Bandung. Terutama dalam mendukung program-program pembangunan yang tengah dijalankan di Kabupaten Bandung.   "Untuk para istri ASN, terima kasih atas pengabdiannya pada Kabupaten Bandung yang terhimpun dalam organisasi DWP ini. Program-program pengabdian dan inovasi yang dilakukan, telah membawa kemajuan untuk Kabupaten Bandung,” ujar Dadang Naser.   Sementara itu Penasehat DWP Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M. Naser berharap, DWP Kabupaten Bandung semakin berkembang, solid, terstruktur dan terorganisir. “Tentunya soliditas internal organisasi DWP sangat dibutuhkan, dalam menjalankan program-program sosial kemasyarakatan yang diembannya,” ucap Kurnia Agustina.   Ia pun mengapresiasi diadakannya seminar dalam rangkaian Peringatan HUT DWP tersebut. Menurut Kurnia, tema ‘Kepribadian Istri dan Ibu di Era Milenial dan Globalisasi’ yang diketengahkan, akan menambah gairah kerja para anggota.   “Semoga semakin menambah gairah kinerja para pengurus DWP dari seluruh unit kerja. Semakin memahami perannya sebagai pendamping setia, ibu yang baik, motivator dalam keluarga, sekaligus berdampak pada kinerja dan prestasi para suami,” katanya pula.   Ketua DWP Kabupaten Bandung Hj. Hesty Teddy Kusdiana menguraikan, beragam kegiatan sosial telah dilakukan sebagai rangkaian kegiatan organisasi yang dipimpinnya. Antara lain, pelatihan kewirausahaan dan cooking class bagi anggota DWP instansi pemerintah dan kecamatan, sosialisasi pentingnya cek kesehatan berkala dan pemeriksaan laboratorium gratis, sosialisasi pentingnya akta kelahiran dan lomba harnir atau menghias kue.   Pada tahun ini, pihaknya juga telah melaksanakan bhakti sosial ke 12 panti asuhan di Kabupaten Bandung. Selain itu juga, memberikan bantuan perbaikan rutilahu (rumah tidak layak huni), pembuatan MCK (mandi, cuci, kakus) dan mushala di Desa Malasari Kecamatan Cimaung.   “Untuk hari ini, kami memberikan santunan bagi 15 orang pelajar tingkat SD, SMP dan SMA, menggelar bazar, dan pemeriksaan laboratorium gratis bekerjasama dengan Dinas Kesehatan,” tutup Hesty.     Sumber: Humas Pemkab Bandung Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengingatkan para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung
Selengkapnya
Beach
Pada tahun 2001 Ronny Nopirman, seorang warga Kecamatan Baleendah, memiliki sebuah mobil tua merk Citroen pemberian orangtuanya. Bermimpi punya kendaraan sport namun keuangan tidak memungkinkan, ia pun berinisiatif memodifikasi mobil tuanya itu. “Saya membeli replika mobil sport mainan skala 1:64, yaitu jenis Lamborghini Countach sebagai contoh. Kebetulan orangtua juga buka bengkel di Majalaya. Di sana saya membongkar mesin, mengelas, mengetok, mendempul dan mengecat, semua saya lakukan sendiri. Kebanyakan bahannya dari bekas-bekas plat yang ada di bengkel,” ungkap Ronny Nopirman di bengkel custom miliknya beberapa waktu lalu. Setelah enam bulan rampung, meskipun mobil sport buatannya masih kasar, namun banyak orang yang suka. Kemudian, pria berusia 38 tahun lulusan SMK Angkasa Kecamatan Margahayu jurusan elektronik tersebut, menjual mobil modifikasi pertamanya ke sebuah showroom. “Kalau dihitung-hitung, secara nominal saya rugi sekitar 1-2 jutaan. Tapi saya puas, apalagi itu karya pertama hobi saya memodifikasi,” ucapnya. Setelah menikah, selama 8 tahun lamanya ia vakum dari hobinya memodifikasi mobil. Sekitar tahun 2009, ia memulai lagi hobinya. Mencontoh lagi mobil mainan yang ia beli, Ronny mengubah Honda Accord keluaran 1982 menjadi sebuah Ferrari Spider. “Hasilnya lebih rapi dari yang pertama, dan saya bangga saat mengendarainya sehari-hari. Perbedaan dengan yang pertama saya buat, kali ini benar-benar saya tiru dari aslinya. Mesin Accord saya pindah ke bagian belakang,” terang Ronny. Mobil kedua hasil karyanya dipajang di media sosial, dan melalui tawar menawar dengan peminat, Ferrari Spidernya ia jual seharga Rp. 135 juta. Tahun 2015, Ronny mendapat banyak pesanan, membuka sebuah bengkel sendiri, dan merekrut beberapa karyawan “Saat itu saya mulai merekrut karyawan, karena tidak tanggung-tanggung, pesanan pertama bikin lima unit jenis Lamborghini Reventon. Mesin dan kaki-kakinya asli bawaan pabrikan mobil yang mau di modif, tapi untuk bagian eksterior, seperti lampu dan body, kami bikin sendiri,” tuturnya. Sampai saat ini, beragam jenis mobil sport telah ia buat. Sebut saja Lamborghini Aventador, Concept, Gallardo, Porsche 911, Ferrari Spider, Enzo, Bugatti. Total hingga saat ini, ia telah memodifikasi sekitar 35 buah mobil. “Satu unit modifikasi, saya banderol 350-400 jutaan. Pemesan paling banyak minta dibuatkan Lamborghini. Untuk fokus satu unit mobil, butuh waktu hanya lima bulan. Tapi kalau dapat pesanan banyak, bisa mencapai 8 hingga 12 bulan,” tukas Ronny. Selain mobil, ia pun membuat speedboat baik jenis motor maupun elektrik. Bahkan pernah pula mendapat pesanan body helikopter. Sejumlah 12 karyawannya antara lain berasal dari Kecamatan Baleendah dan Banjaran. “Dari seluruh tahapan pengerjaan, paling lama itu di finishing, karena membutuhkan ketelitian dan ketekunan yang tinggi. Kendalanya, tidak banyak SDM yang punya kemampuan itu. Saya membuka bengkel ini, bukan hanya melihat bisnisnya. Tapi saya ingin bermanfaat bagi masyarakat, dengan membuka lapangan kerja,” Ronny menutup kisahnya. Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menilai, apa yang dilakukan Ronny sangat bermanfaat bagi warga sekitarnya, yaitu turut berkontribusi membantu pemerintah daerah dalam membuka lapangan pekerjaan. Tak hanya itu,  Roni juga menjadi salah satu sosok sumber daya manusia Kabupaten Bandung yang unggul, karena turut pula meningkatkan perekonomian yang berdaya saing. Kecanggihan teknologi saat ini, lanjut Bupati Dadang Naser dijadikan peluang oleh Roni untuk menuangkan inovasi dan kreativitasnya dalam merakit otomotif. “Di era revolusi industri 4.0 ini,  kiprah Roni dalam memanfaatkan media digital menjadi sesuatu yang positif, tentunya patut ditiru masyarakat lainnya,” imbau Dadang Naser. Potensi-potensi inovasi yang bermunculan di tengah masyarakat, kata Dadang sudah jelas akan membantu fungsi pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat. “Kami apresiasi. Mudah-mudahan kiprah saudara  Roni ini bisa memotivasi yang lain.  Ia memulai keunikan yang berawal dari keinginan. Untuk berhasil,  tidak cukup dengan mimpi. Keinginan harus diwujudkan dengan berfikir, itulah salah satu kunci kesuksesan dalam hidup,” pungkasnya. Sumber: Humas Pemkab Bandung Pada tahun 2001 Ronny Nopirman, seorang warga Kecamatan Baleendah, memiliki sebuah mobil tua merk Ci
Selengkapnya
Beach
Pengadaan barang/jasa (barjas) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memerlukan komitmen yang tinggi dari semua pihak. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya penyimpangan.   Saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengadaan Barjas di Bale Sawala Soreang, Rabu (11/12/2019), Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.I.P., M.I.P meminta seluruh kepala perangkat daerah (PD) untuk memahami lima pilar pengadaan barjas.   “Lima pilar ini antara lain, kepatuhan pada regulasi, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ketepatan market operation dan integritas serta pemanfaatan teknologi informasi. Kelima hal tadi harus dipahami para pejabat dilingkungan pemerintah daerah dalam pengadaan barjas,” ungkap bupati.   Agar pelaksanaan pengadaan barjas sesuai dengan prinsip – prinsip pengadaan seperti efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil dan akuntabel, Pemkab Bandung telah menerbitkan berbagai regulasi.   “Kami memiliki Instruksi Bupati Bandung Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pelaksanaan pengadaan barjas Pemkab Bandung Tahun 2020 dan Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2017 tentang kode barjas. Melalui regulasi ini, kami berharap akan menghasilkan barjas yang tepat dari setiap anggaran yang dibelanjakan,” harap Dadang.   Belanja barjas di Pemkab Bandung, lanjut Dadang, cukup besar yakni sebesar 45,70 % dari keseluruhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terutama untuk infrastruktur, pelayanan publik, kesehatan, pendidikan dan belanja strategis lainnya.   Melalui rakor yang dihadiri oleh seluruh PD di lingkungan Kabupaten Bandung tersebut, dirinya berharap pengawasan pengadaan barjas di Kabupaten Bandung dapat terus meningkat.   “Kami berharap, rakor ini dapat menghasilkan sinkronisasi, koordinasi dan sinergi yang berinovasi untuk mewujudkan pengadaan barjas yang bersih, kredibel dan transparan,” pungkas Bupati Bandung.       Sumber : Humas Pemkab Bandung         Pengadaan barang/jasa (barjas) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memerlukan
Selengkapnya
Beach
Pada peringatan Hari Ikan Nasional (Harkanas) ke-6 Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung membagikan 7 ton Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa ikan kepada 6.774 kepala keluarga di 23 kecamatan.   Hal tersebut diungkapkan Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.I.P., M.I.P di Pasar Ikan Modern (PIM) Soreang, Senin (9/12/2019).   Bupati mengungkapkan, peringatan Harkanas merupakan momentum yang strategis untuk mengkampanyekan gerakan makan ikan bagi masyarakat. Mengingat, konsumsi ikan di Kabupaten Bandung masih rendah dibanding konsumsi ikan nasional.   “Tahun 2019 produksi ikan di Kabupaten Bandung mencapai 18.000 ton dengan konsumsi ikan perkapita sebesar 23,5 kg/tahun, atau jauh lebih rendah dibanding konsumsi ikan nasional yang mencapai 54,49 kg/kapita/tahun,” paparnya.   Dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan, pihaknya telah menetapkan beberapa kebijakan seperti Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Safari Makan Ikan serta memfasilitasi pembangunan PIM Sabilulungan.   “Meskipun dinilai cukup berat, tapi kami yakin jika seluruh stakeholder berperan aktif dalam mensosialisasikan manfaat mengkonsumsi ikan, kandungan gizi pada ikan dan diversifikasi produk olahan ikan kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga, angka konsumsi ikan di Kabupaten Bandung akan meningkat,” terang Dadang.   Dirinya menilai, budaya gemar makan ikan dapat melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Maka dari itu, dirinya mengimbau kepada seluruh orang tua untuk menyediakan menu ikan guna memenuhi kebutuhan gizi buah hati.   “Pemenuhan gizi juga sangat penting pada 1.000 pertaman hari kelahiran. Jika pada periode tersebut asupan gizinya kurang, maka akan menghambat perkembangan otak dan fisik anak, bahkan berpotensi stunting,” ujarnya.   Tak hanya itu, bupati juga mengapresiasi peringatan Harkanas tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Dispakan (Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan). "Semoga melalui peringatan ini, konsumsi ikan di Kabupaten Bandung terus meningkat dan mendekati target konsumsi ikan nasional,” ungkapnya.   Sementara itu, Kepala Dispakan Kabupaten Bandung Ir. H. Dadang Hermawan mengungkapkan, pembagian ikan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan  pengetahuan masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan.   “Selain memberikan PMT kepada masyarakat khususnya ibu hamil, pada kesempatan ini juga kita melaunching tiga unit mobil termoking. Dengan adanya mobil ini kami berharap kebutuhan ikan disetiap kecamatan di Kabupaten Bandung dapat terpenuhi,” harapnya.   Dirinya menjelaskan, sebelum menggelar peringatan Harkanas, pihaknya telah menggelar berbagai macam kegiatan seperti safari ikan dan makan ikan bersama.   “Sebenarnya Harkanas diperingati setiap tanggal 21 November, namun puncak acaranya kami laksanakan pada 9 Desember ini. Pada 21 November kemarin, kami telah melaksanakan sosialisasi sederhana sekaligus makan ikan bersama 150 murid SD Pinggirsari Kecamatan Arjasari. Alhamdulillah di tahun 2019 ini kami juga telah mengajak 3.500 murid SD untuk makan ikan bersama melalui kegiatan safari ikan,” pungkas Kadispakan.     Sumber : Humas Pemkab Bandung         Pada peringatan Hari Ikan Nasional (Harkanas) ke-6 Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) B
Selengkapnya