SMARTCITY - Beranda

15 Jan 2020

3,553,670

Jumlah Penduduk
15 Jan 2020

1,185,387

Jumlah Data Keluarga
16 Jan 2020

2,447,397

Jumlah Wajib KTP-el
16 Jan 2020

1,208,490

Jumlah Anak Usia 0-18 Tahun

1,084,568

Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran Usia 0-18 Tahun

Statistik Pengunjung Puskesmas

22 Sep 2020

0

Jumlah Pengunjung PerHari
22 Sep 2020

0

Jumlah Pengunjung Per Bulan
22 Sep 2020

0

Jumlah Pengunjung Per Tahun

Pengumuman Terkini

2020-09-22 10:51:31 Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Tisna Umaran melantik 46 pejabat fungsional
    Masing masing terdiri dari 1 orang di Dinas Arsip dan Perpustakaan, 1 orang di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, 3 orang di Dinas Pertanian, 28 orang  di Dinas Pendidikan dan 13 orang di Dinas Kesehatan. Dalam kesempatan itu, Pj Sekda mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik untuk menjadikan visi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, yakni maju, mandiri dan berdaya saing, sebagai tujuan dalam melaksanakan tugas. “Visi bukan hanya sekedar slogan ...........

Media Promosi

News Update

Beach
Masing masing terdiri dari 1 orang di Dinas Arsip dan Perpustakaan, 1 orang di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, 3 orang di Dinas Pertanian, 28 orang  di Dinas Pendidikan dan 13 orang di Dinas Kesehatan. Dalam kesempatan itu, Pj Sekda mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik untuk menjadikan visi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, yakni maju, mandiri dan berdaya saing, sebagai tujuan dalam melaksanakan tugas. “Visi bukan hanya sekedar slogan atau kata-kata saja. Justru kita harus jadikan itu sebagai pedoman dalam karir kita sebagai ASN Pemkab Bandung,” ujar Tisna di sela-sela kegiatan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan ASN Jabatan Fungsional di Gedung Moch. Toha, Soreang, Senin (21/9/2020). Selain itu, dirinya juga mengajak ASN untuk terus berinovasi dalam menciptakan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Yang bisa kita lakukan saat ini adalah terus mengeksplor potensi diri. Contohnya saja Dinas Pertanian, di tengah pandemi mereka tetap berinovasi menghubungkan para petani dengan pembeli. Sampai saat ini, tak kurang dari 10.000 paket sayuran telah di distribusikan,” jelasnya. Lebih dalam Tisna menekankan, saat ini jabatan fungsional (jabfung) mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Mengingat, akan ada pengalihan pejabat struktural pada tingkat eselon III dan IV menjadi tenaga fungsional. “Jafung dapat mencerminkan kinerja pelayanan suatu daerah. Hal ini dapat dilihat dari butir kegiatan yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan sesuai dengan peran dan fungsi jabatannya. Maka dari itu, saya mengimbau pejabat fungsional yang baru dilantik agar melaksanakan tugas dengan baik. Karena tidak hanya bertanggung jawab pada negara, tapi juga kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala,” jelasnya. Ia juga berharap, pejabat yang baru dilantik dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. “Selain harus mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab, ASN juga harus memiliki kemampuan untuk mengkombinasikan serta memanfaatkan berbagai sumber daya secara optimal. Sehingga dapat mempercepat tercapaianya visi misi Kabupaten Bandung,” pungkasnya. Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Masing masing terdiri dari 1 orang di Dinas Arsip dan Perpustakaan, 1 orang di Badan Kepegawaian dan
Selengkapnya
Beach
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bandung menggelar Gebrak Sayuran. Sebanyak 2000 paket sayuran, secara bertahap dibagikan kepada para penerima manfaat terdampak covid-19 di 6 kecamatan.   Pelaksana tugas (Plt) Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Haslili Lindayani L mengungkapkan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Bandung.   “Selain untuk warga terdampak covid, bantuan paket sayuran ini juga bertujuan membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting. Di samping itu, juga untuk membantu para petani dalam memasarkan hasil taninya,” ucap Plt Ketua TP PKK dalam acara Launching Gebrak Sayuran di Pendopo Kecamatan Soreang, Senin (21/9/2020).   Dalam pembelian dan pemberian produk holtikultura itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.   Pada kegiatan yang akan berlangsung hingga Kamis (24/9/2020) mendatang, paket sayuran tersebut akan didistribusikan, di antaranya ke wilayah Kecamatan Soreang, Margaasih, Bojongsoang, Baleendah, Cileunyi dan Cilengkrang.   “Untuk Kecamatan Soreang sebanyak 500 paket, sedangkan 5 kecamatan lainnya masing-masing 300 paket,” terang Lindayani.   Sekretaris Dinas (Sekdis) Pertanian Kabupaten Bandung Diar Hadi Kusdinar menjelaskan, Pemkab Bandung telah memfasilitasi pemasaran produk pertanian sejak pandemi covid-19. “Saat pandemi, produk para petani sudah banyak, namun pergerakan pemasaran mereka dan juga konsumennya terbatas. Untuk itu melalui Aspartan (Asosiasi Pasar Tani) kami memfasilitasi penjualan secara langsung. Bahkan sebelum 17 Agustus, produk tersebut kami bagikan sebanyak 15.000 paket sayuran secara cuma-Cuma,” jelas sekdis.   Keterlibatan TP PKK dalam pembagian paket sayuran itu, urai Diar, bertujuan agar bantuan lebih tepat sasaran. “Kami mencoba memfasilitasi sampai ke tangan penerima manfaat, antara lain panti jompo dan masyarakat kurang mampu lainnya. Mudah-mudahan dengan melibatkan TP PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa ini, bantuan bisa lebih cepat dan tepat sasaran, karena diketahui juga oleh para kades (kepala desa) setempat,” pungkas Diar.   Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bandung menggelar Gebrak Sa
Selengkapnya
Beach
Kepala  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung H. Wawan A. Ridwan, membantah soal adanya dugaan keterlibatan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengantar salah satu bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati saat menjalani tes kesehatan di RSHS Kota Bandung pada 8 September lalu.   "Saya nyatakan bahwa tidak benar ada ASN Kabupaten Bandung yang mengantar salah satu bapaslon saat menjalani tes kesehatan itu. Pemanggilan yang dilakukan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) itu salah sasaran,” tegas Wawan Ridwan di Soreang, Jumat (18/9/2020).   Penegasan Wawan Ridwan tersebut, diperkuat pernyataan AYP. ASN yang menjabat sebagai sekretaris camat yang mendapat panggilan dari Bawaslu Kabupaten Bandung itu, menyatakan keheranannya atas pemanggilan tersebut.   Namun yang lebih membuatnya tidak habis pikir adalah, pernyataan Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Hedi Ardia di media massa, yang sudah menyudutkan dirinya.   “Apakah Bawaslu ini sudah diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten? Saya sangat prihatin, dan sungguh sangat disayangkan. Padahal analisis yang dilakukan sangat dangkal, tanpa melihat hubungan sebab akibat, ataupun motif dari suatu kejadian. Hal seperti itu, akhirnya bisa mengakibatkan salah sasaran,” ucapnya melalui aplikasi Whatsapp, Sabtu (19/9/2020).   Pada tanggal 8 September 2020, dirinya mendapat disposisi tugas dari pimpinannya yaitu camat selaku atasan langsung, untuk menghadiri sebuah rapat di Soreang. “Jadi saya pastikan, bahwa saya tidak hadir pada saat tes kesehatan bapaslon bupati dan wakil bupati di RSHS,” terangnya.   Dirinya juga mengungkapkan kekecewaannya, karena pihak Bawaslu tidak mau mengkonfirmasi terkait dirinya ke BKPSDM. “Alasan saya mantan Kasubid (Kepala Sub Bidang) Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) tidak masuk akal. Seharusnya cek saja, karena memberikan data itu sudah tupoksinya BKPSDM. Dalam hal ini saya melihat, bahwa oknum tersebut tidak profesional, tidak kompeten dan tidak kooperatif dalam menjalankan tugasnya,” tukasnya pula.   Jika proses penyelidikan terhadapnya ternyata salah dan tidak terbukti, ia meminta pihak Bawaslu segera memberikan keterangan melalui media massa. Sehingga nama baiknya sebagai ASN, tidak dirugikan atas kejadian itu.   “Terimakasih kepada media yang mengkonfirmasi hal ini. Semoga ke depannya tidak ada lagi ASN yang menjadi korban salah sasaran seperti yang saya alami,” pungkas AYP.   Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kepala  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung H. Wa
Selengkapnya
Beach
Ekonomi kreatif (ekraf) merupakan salah satu potensi yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung. Namun karena adanya wabah covid-19, ruang ekspresi dan apresiasi bagi produk ekraf semakin terbatas. “Potensi ekraf di Kabupaten Bandung cukup melimpah. Mengingat sumber daya alam dan sumber daya manusianya tersedia. Untuk pemasaran pun tidak sulit, karena letak geografisnya sangat dekat dengan pusat ibukota Provinsi Jawa Barat. Namun karena adanya pandemi, mereka tidak memiliki ruang untuk mempromosikan produknya,” ungkap Bupati Bandung Dadang M Naser di sela sela acara Sabilulungan Ekonomi Kreatif Fair (Sabekraf) di Kawasan Gedong Budaya Sabilulungan (GBS), Soreang, Sabtu (19/9/2020). Guna membangkitkan kembali kreativitas serta produktivitas para penggiat ekraf, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyediakan klinik kreatif di kawasan GBS. “Salah satu wujud keberpihakan pemerintah daerah dalam mewujudkan ekraf adalah dengan membentuk klinik kreatif, yang memanfaatkan salah satu ruangan di GBS. Selain bertujuan untuk membangkitkan kembali ekraf, keberadaan klinik kreatif ini juga diharapkan dapat menjadi wadah aspirasi bagi komunitas-komunitas ekraf,” harap Bupati Bandung. Dadang menjelaskan, enam dari 14 subsektor ekraf Kabupaten Bandung sudah mulai produktif. Antara lain, desain, kerajinan, kuliner, seni pertunjukan, musik dan fashion. “Enam subsektor tadi sudah ada komunitasnya. Sementara periklanan, arsitektur, film dan video sudah ada komunitasnya, namun masih bersifat sporadis,” jelas Bupati Bandung. Dirinya berpendapat, ada tiga poin penting dalam pengembangan ekonomi kreatif, yakni branding, sertifikasi dan hak kekayaan intelektual. “Rata-rata, pengusaha kita hanya memproduksi, tetapi tidak mempunyai branding. Padahal, potensi dan kualitas ekraf yang kita miliki cukup baik, dan tidak kalah dengan produk-produk lainnya, baik di pasar lokal maupun internasional,” ucapnya. Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Yosep Nugraha menuturkan, latar belakang diselenggarakannya kegiatan itu adalah mengajak generasi milenial untuk ikut mengembangkan ekraf. “Generasi muda atau yang kita kenal dengan kaum milenial, merupakan generasi yang memiliki talenta besar dalam pengembangan ekraf. Seperti yang disampaikan pak bupati, saat ini produktivitas ekraf, sedikit terhambat karena adanya pandemi. Oleh karenanya perlu strategi yang cerdas dan solutif, agar aktivitas ekraf terus berjalan secara produktif tetapi tetap aman dari penyebaran virus covid-19,” papar Yosep. Dalam penyelenggaraan event Sabekraf pun, pihaknya menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19. “Sabekraf tahun 2020 sangat istimewa. Karena dalam pelaksanaannya protokol kesehatan menjadi modul atau strategi penyelenggaraan aktivitas di tengah pandemi covid-19,” ucap Kepala Disparbud. Selain terdapat talk show dan bazar produk ekraf, Sabekraf tahun ini juga dimeriahkan dengan e-sport Mobile Legends, lomba seduh kopi, movie clinic, bedah film serta casting. Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Ekonomi kreatif (ekraf) merupakan salah satu potensi yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap
Selengkapnya